Kamis, 12 Desember 2019

Kita terlalu sibuk dengan urusan dunia

Tahu Jika waktu Sholat Dhuha itu hingga 6 Jam,
Tapi tidak bisa Sholat meski hanya 2 raka'at, Padahal hanya 5 menit untuk melakukannya.

Tahu kalau waktu Sholat Witir itu mulai ba'da Isya' hingga Subuh, bisa hingga 9 Jam, tapi tidak sempat Sholat Witir meski hanya 1 raka'at, padahal hanya 3 menit untuk melakukannya.

Tahu kalau waktu sehari semalam itu 24 Jam, tapi tidak sempat membaca Qur'an, walaupun hanya 1 Juz, padahal hanya membutuhkan waktu setengah Jam ...
Bahkan hanya 1 halaman, padahal hanya membutuhkan waktu 2 menit.

Tahu jika Lidah itu tidak bertulang dan tidak mudah lelah,
Tapi tidak digunakan Berdzikir kepada ALLAH.

Begitulah ... Kehidupan dunia ini akan terus berjalan.
Dan manusia akan terus lalai, Kecuali mereka yang ALLAH Rahmati.

Ayolah ... Sadarkan diri. Ingatlah waktu yang berlalu takkan pernah Kembali lagi.
Kita hanya punya Kesempatan pada waktu yang Tersisa saja dari umur kita.

Dunia ini akan Kita Tinggalkan ...
Yang terpenting adalah Nasib kita di akhirat kelak.
Persiapkan dengan Sebaik-baiknya amal.
Semoga ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala merahmati kita semua.

~ Ustadz DR. Musyaffa' Ad Dariny MA. Hafidzahullah

Selamat hari guru

Bismillah..
Bagi para guru, pendidik, ustadz ustadzah.

INGAT KAAN..
HARI INI 25 NOVEMBER 2019..
Hari bersejarah buat GURUKU...๐Ÿฅฐ

Selamat hari gur ya...
Moga jadi guru yang..
Semakin ikhlas..
Semakin lembuut..
Semakin ramaah..
Semakin sabaar..
Semakin disiplin..
Semakin memberi yg terbaik.. dan menebar kedamaian buat anak2 didik kita...

Guruku..
Tugasmu amalah muliaa..
Bebabnmu amatlah suliit..
Jalanmu amatlah terjal..
Namun jasamu begitu besar...

Guruku..
Kau selalu diberi beban..
Kau selalu dihujani dateline..
Jasmanimu bisa saja istrahat..tapi hati..,jiwaa..dan fikiranmu tak kenal istrahat...

Guruku...
Yang kau hadapi bukanlah ciptaan yg tak bergerak...
Yang kau dampingi adalah ciptaan yg begitu sempurna rupanya..
Yang kau bimbing bukanlah hanya fisiknya tapi semua jiwa dan raganya...

Guruku..
Kau memang selalu diberi beban..
Tapi sedikit bahkan mungkin tdk mendapat perhatian...apalagi pembelaan..

Guruku...
Bagiku..
Kau tetap termulia...
Kau tetap the best...
Kau tetap terukir dalam jiwaku..
Bahwa setelah ROBBku, ROSULku, dan ayah bundaku...kau adalah sandaran hidupku...

Seberapapun didikanmu..
Kau tetap mendapatkan jariah amalan baikku...
Karena tanpamu aku bukanlah aku..

Guruku..
Berilah segalanya...
Maka segalanya akan memberikan tak seadanya...
Sebab..
Al jazzau min Jinsil 'Amal..
_balasan itu seuai dgn kualitas kerjamu_

Kenangan yg berarti buatmu guruku...
Ku tak bisa membalasmu dng yg tebaik..
Tapim...kutau yg terbaik itu akan sell terucap dalm lantunan doa doaku...

Sehat selalu guruku..
Istiqomah selalu guruku..
Berkah selalu reskimu guruku..

Yakinlah selalu bahwa ROBBmu Allah azza wajalla adalah teman dalam setiap torehan jasa jasamu..

Uhibbukum fillah.
_Aku menyayangimu selalu karena Allah..._

 Dari Muridmu yg takkan melupakanmu..

*Rahmat B*

Untukmu guruku

*TERIMA KUUCAPKAN PADAMU SEMUA GURUKU*


_You Must Believe……_

Kisah ini diceritakan seorang sahabat Beberapa tahun lalu, profesor-profesor di Amerika Serikat berkumpul.  Mereka mengeluhkan, mengapa pada generasi sekarang tidak muncul ilmuwan-ilmuwan atau tokoh hebat sekaliber Einstein, Newton, Kennedy, dan sebagainya. Lalu mereka berdiskusi apa penyebab kemunduran bangsa Amerika saat ini dibanding sebelumnya. Akhirnya dari diskusi tersebut keluar satu kesimpulan bahwa mereka harus membenahi dunia pendidikan dasar. Maka pergilah profesor-profesor tersebut mengunjungi satu sekolah dan mereka melakukan survei  di sana.

Murid-murid sekolah diminta menjawab soal dan hasilnya diteliti. Dari hasil tes tersebut seorang profesor paling senior mendatangi sang guru. Terjadilah dialog seperti ini :

“Kami mau bertanya kepada bu guru tentang dua anak ini. Dari 40 siswa di kelas kenapa dua anak ini bisa ranking 39 dan 40?”

“Iya prof, mereka memang anak yang bandel. Suka bolos dan bodoh. Pantas saja mereka ranking paling akhir.”

“Wah, ibu salah,” kata sang profesor. “Dari hasil tes kami, dua anak ini terbukti sangat cerdas. Dia calon ilmuwan besar.”

“Coba ibu perhatikan dua anak ini. Kami akan datang setahun lagi untuk melihat hasilnya.”

Selepas tim profesor itu pergi maka sang guru mulai memperhatikan dua anak yang selama ini dinilainya bandel dan jarang diperhatikan. Kalau tidak masuk, langsung ditelpon atau dikunjungi rumahnya. Ketika hasil ulangan jelek, sang ibu guru dengan penuh ketekunan mengajari kembali dua anak tersebut sehingga  mereka mengerti. Dan akhirnya sesuai janji, tahun berikutnya profesor-profesor tersebut datang lagi ke sekolah tersebut.

“Bagaimana hasilnya, bu?” tanya para professor tersebut.

“Betul prof. Seperti professor bilang, anak ini termasuk cerdas. Dari tahun lalu mereka ranking 39 dan 40, sekarang menjadi rangking 3 dan 4. Bagaimanya professor bisa tahu anak ini cerdas?” tanya sang ibu guru.

Profesor tersebut menjawab, “Sebetulnya kami telah berbohong dalam mengadakan tes. Kami tidak melakukan apa-apa. Kami hanya ingin tahu, kalau seorang guru tekun mendidik dan percaya bahwa anak didiknya bisa, maka mereka akan bisa. Dan inilah hasilnya.”

Subhanallah. Rupanya ketekunan dan kepercayaan saja kuncinya. Anak-anak itu tetap sama. Itulah yang terjadi ketika Master Shifu akan mendidik Panda menjadi jagoan, Pendekar Naga dalam film animasi terkenal The Kungfu Panda. Saat Master Oogway memilih Panda sebagai Pendekar Naga yang bakal menandingi penjahat Tai Lung, semua meragukan termasuk calon gurunya Master Shifu. Master Oogway hanya mengatakan, “There are no accident. You must believe…” lalu beliau pergi diikuti hembusan angin.

Kita tidak mungkin berhasil mendidik dan mengembangkan anak didik kita sebelum mempercayai kemampuan yang dimiliki oleh anak tersebut, dan -tentu saja kita percaya kemampuan kita mendidik anak tersebut. Kita yakin Allah pasti menciptakan manusia masing2 punya bakat dan keunggulan. Cara master Shifu melatih Panda menjadi seorang Dragon Warrior sangat menarik. Bagaimana mungkin, dengan badan yang begitu besar Panda menjadi seorang jagoan kung fu. Master Shifu menemukan kegemaran Panda yang  doyan makan bakpao menjadi  “titik masuk” untuk melatih kungfu. Dengan kegigihan Panda berlatih sesuai dengan keinginannya, ditambah dengan kepercayaan luar biasa Master Shifu atas kemampuan Panda, jadilah Panda seorang jagoan kungfu yang berhasil mengalahkan Tai Lung.

Setiap anak didik mempunyai keunikan tersendiri. Mereka mempunyai kelebihan masing-masing. Tugas seorang guru adalah membantu menemukan, mengembangkan dan memotivasi sang anak agar tercapai cita-citanya. Kita bisa berkaca pada tokoh-tokoh besar, pada dasarnya mereka mempunyai seorang mentor. Mike Tyson, anak jalanan bisa menjadi petinju hebat karena ada seorang Cus D’Amato yang memperhatikan dan memgembangkan bakatnya. Seorang guru pun dalam mendidik muridnya harus seperti itu, penuh percaya diri, memberi motivasi dan mengajarkan ilmunya.

Pandangilah murid-murid kita satu persatu. Bayangkan si A kelak jadi peraih hadiah Nobel,  bayangkan si B jadi presiden RI tahun 2050, bayangkan si C jadi sekjen PBB tahun sekian dsb. Kalau kita yakin anak didik kita bakal jadi orang hebat maka insya Allah mereka kelak akan jadi orang hebat. Kalau pun nggak jadi presiden, dg keyakinan didikan kita spt itu, paling tidak ia jadi seorang menteri. Not bad.

*Tapi yuk jangan lupa wajib kita bayangkan mereka kelak menjadi hafidz hafidzah 30 juz dengan mutqin berkakhlak karimah...*

Terakhir, tidak ada kata kebetulan. Yang ada hanyalah kesungguhan murid yang dibimbing sang guru dg penuh keyakinan. Seperti kata Master Oogway, “There are no accident….”

Disarikan dari seri buku Quantum teaching & Quantum learning dengan sedikit ilustrasi keterangan untuk menghormati para guru. Protaba with love

Perhatian orang tua

*Buat jadi Perhatian ayah bunda*

Ada seorang ibu.. single parent.. datang ke ustad untuk konsultasi..

Ibu : " ustadz ini gimana yaa.. anak gadis saya.. minta menikah.. masalahnya calon yg dia pilih.. itu seorang pecandu narkoba.. sudah sy nasihati.. tapi nasihat sy tidak ada yg mempan ustadz.. " (si ibu bercerita sambil menangis)

Ustadz hanya menjawab singkat dgn sebuah pertanyaan .. kapan terakhir kali ibu  menghapus air mata anak ibu ?"

Ibu itupun terdiam.. menunduk.. agak lama.. akhirnya dia membuka suaranya sambil menangis
" Iya ustadz.. sy tak pernah melakukan itu.. tiap pulang kerja malam hari.. sy hanya sibuk memarahi dia.. pekerjaan rumah terbengkalai.. sy sering memarahi dia karena dia tdk membantu sy dgn membereskan pekerjaan rumah.. "

Kasus lain..

Ada seorang remaja laki-laki.. kecanduan narkoba.. anak laki laki itu sering menemui sang pengedar.. sebutlah gembong narkoba..

Tenyata remaja laki laki itu dekat dan akrab dgn si gembong narkoba..

Si gembong itu pintar sekali memperlakukan si anak remaja ini layaknya seorang ayah.. dia sering memberi kata kata penghargaan.. sambil menepuk nepuk pundak anak itu , anak itu benar benar merasa dirinya berharga dihadapan si gembong..
Saat remaja itu datang.. si gembong tak pernah menghujani nya dgn segala nasihat.. ceramah dan semacam nya yg mendikte si remaja.. si gembong hanya bertanya pada si remaja.. "bagaimana.. apakah kamu bahagia ?.."

Ayah ..bunda.. di saat diri kalian tak hadir utk anak anak.. di luar sana.. banyak sosok sosok jahat.. dgn segala maksud buruk nya.. berniat merebut anak kalian.. berniat merebut hati anak Ayah bunda..
supaya setelah hati nya berhasil di rebut.. mereka bisa mengendalikan anak kalian.. meminta anak kalian melakukan hal hal yg menguntungkan mereka..

Tahu kah ayah bunda.. gembong narkoba dan kaum LGBT di luar negeri.. mereka belajar parenting.. rajin ke seminar seminar parenting.. supaya mereka punya ilmu.. utk meluluhkan hati anak anak yg jiwa nya hampa karena kurang hadirnya orang tua utk mereka di rumah.. dan tidak menutup kemungkinan.. gembong narkoba dan LGBT di sini juga melakukan hal yg sama

#NoteForMySelh
#ResumeKajianUstadzBendri

Insfirasi untuk kita renungkan

๐Ÿ‚ ๐ŸŒธ ๐Ÿƒ Bacalah sampai habis,sangat meng-inspirasi๐Ÿ‚ ๐ŸŒธ ๐Ÿƒ

HALAL BUAT KAMI, HARAM BUAT TUAN
ulama Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al Hanzhali al Marwazi ulama terkenal di makkah yang menceritakan riwayat ini.
Suatu ketika, setelah selesai menjalani salah satu ritual haji, ia beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit. Ia mendengar percakapan mereka :
“Berapa banyak yang datang tahun ini?” tanya malaikat kepada malaikat lainnya.
“Tujuh ratus ribu,” jawab malaikat lainnya.
“Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?”
“Tidak satupun”
Percakapan ini membuat Abdullah gemetar.
“Apa?” ia menangis dalam mimpinya. “Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?”
Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu.
“Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni . Berkat dia seluruh haji mereka diterima oleh Allah.”
“Kok bisa”
“Itu Kehendak Allah”
“Siapa orang tersebut?”
“Sa’id bin Muhafah tukang sol sepatu di kota Damsyiq (damaskus sekarang)”
Mendengar ucapan itu, ulama itu langsung terbangun, Sepulang haji, ia tidak langsung pulang kerumah, tapi langsung menuju kota Damaskus, Siria.
Sampai disana ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut Malaikat dalam mimpinya. Hampir semua tukang sol sepatu ditanya, apa memang ada tukang sol sepatu yang namanya Sa’id bin Muhafah.
“Ada, di tepi kota” Jawab salah seorang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya. Sesampai disana ulama itu menemukan tukang sepatu yang berpakaian lusuh,
“Benarkah anda bernama Sa’id bin Muhafah?” tanya Ulama itu
“Betul, siapa tuan?”
“Aku Abdullah bin Mubarak”
Said pun terharu, "bapak adalah ulama terkenal, ada apa mendatangi saya?”
Sejenak Ulama itu kebingungan, dari mana ia memulai pertanyaanya, akhirnya iapun men ceritakan perihal mimpinya.
“Saya ingin tahu, adakah sesuatu yang telah anda perbuat, sehingga anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur?”
“Wah saya sendiri tidak tahu!”
“Coba ceritakan bagaimana kehidupan anda selama ini.
Maka Sa’id bin Muhafah bercerita.
“Setiap tahun, setiap musim haji, aku selalu mendengar :
Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika la syarika laka labbaika. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka. laa syarika
laka.
Ya Allah, aku datang karena panggilanMu. Tiada sekutu bagiMu. Segala ni’mat dan puji adalah kepunyaanMu dan kekuasaanMu. Tiada sekutu bagiMu.
Setiap kali aku mendengar itu, aku selalu menangis
Ya allah aku rindu Mekah. Ya Allah aku rindu melihat kabah. Ijinkan aku datang…..Ijinkan aku datang ya Allah..
Oleh karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya, sebagai tukang sol sepatu.
Sedikit demi sedikit saya kumpulkan. Akhirnya pada tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk saya berhaji.
“Saya sudah siap berhaji”
“Tapi anda batal berangkat haji”
“Benar”
“Apa yang terjadi?”
“Istri saya hamil, dan sering ngidam. Waktu saya hendak berangkat saat itu dia ngidam berat”
“Suami ku, engkau mencium bau masakan yang nikmat ini?
“ya sayang” “Cobalah kau cari, siapa yang masak sehingga baunya nikmat begini. Mintalah sedikit untukku”
"Ustadz, sayapun mencari sumber bau masakan itu. Ternyata berasal dari gubug yang hampir runtuh. Disitu ada seorang janda dan enam anaknya.
Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit. Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya.
Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan :
“tidak boleh tuan”
“Dijual berapapun akan saya beli”
“Makanan itu tidak dijual, tuan” katanya sambil berlinang mata.
Akhirnya saya tanya kenapa?
Sambil menangis, janda itu berkata “daging ini halal untuk kami dan haram untuk tuan” katanya.
Dalam hati saya: Bagaimana ada makanan yang halal untuk dia, tetapi haram untuk saya, padahal kita sama-sama muslim?
Karena itu saya mendesaknya lagi “Kenapa?”
“Sudah beberapa hari ini kami tidak makan. Dirumah tidak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk dimasak.
“Bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakannya kami akan mati kelaparan. Namun bagi Tuan, daging ini haram".
Mendengar ucapan tersebut spontan saya menangis, lalu saya pulang. Saya ceritakan kejadian itu pada istriku, diapun
menangis, kami akhirnya memasak makanan dan mendatangi rumah janda itu.
“Ini masakan untuk mu”
Uang peruntukan Haji sebesar 350 dirham pun saya berikan pada mereka.
”Pakailah uang ini untuk mu sekeluarga. Gunakan untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi”
Ya Allah……… disinilah Hajiku
Ya Allah……… disinilah Mekahku.
Mendengar cerita tersebut Abdullah bin Mubarak
tak bisa menahan air mata.
( buat yg akan naik haji .... atau yg sdh berhaji.... )
Saudaraku ..................Ingat ...
Ada dua yang tidak kekal dalam diri manusia ! Yakni : Masa Muda dan Kekuatan Fisiknya.
Jangan Lupa ... Ada dua juga yang akan bermanfaat bagi semua orang ! Yakni : Budi Pekerti yang luhur serta Jiwa yang ikhlas memaafkan.
Perhatikan .. Ada dua pula yang akan mengangkat derajat kemulian manusia ! Yakni : Rendah hati dan suka meringankan beban hidup orang lain.
Dan ada dua yang akan menolak datangnya bencana ! Yakni : Sedekah serta menjalin hubungan silaturrahim. Semoga kita menjadi orang orang yang dimuliakan Allah swt aamiin.
.
๐Ÿƒ Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa =D

๐Ÿƒ Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

๐Ÿƒ Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.
Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang
membaca dan membagikan status ini.
Aamiin ya Rabbal'alamin

๐Ÿƒ NB: JIKA ANDA MENDUKUNG PERJUANGAN DAKWAH FANSPAGE INI, KAMI MINTA DO'ANYA & BANTU SHARE POSTINGAN INI BIAR SEMAKIN BANYAK YANG BISA MEMETIK MANFAAT... DAN SEMOGA BEKAL AMAL JARIYAH BAGI ANDA... AAMIIN…!!!
-
-
-
๐Ÿƒ SHARE = DAKWAH = PAHALA
-

Selasa, 03 Desember 2019

Danau Tendetung

Danau MusimanDanau Musiman
Danau Tendetung (Bangkep)
Danau Tendetung juga menyuguhkan pemandangan yang lumayan keren. Anda bisa melihat danau yang begitu luas dan dikelilingi oleh pepohonan.
Secara administratif, danau musiman ini terdapat di wilayah Kecamatan Totikum dan masuk dalam wilayah tiga desa yaitu Desa Peley, Desa Kanali, dan Desa Tobungku.
Anda harus hati-hati kalau datang di saat musim hujan karena jalanan bisa semakin licin dan genangan juga ada di mana-mana. Meski begitu, pemandangan alam berupa persawahan yang menawan bisa menjadi obat yang ampuh mengatasi kebosanan dan rasa lelah Anda.
Kalau ingin berkunjung, Anda bisa naik pesawat terbang dan transit di Makassar. Setelah itu ganti pesawat tujuan Luwuk. Di Luwuk, Anda bisa naik kapal malam menyeberang ke Kabupaten Bangkep selama sekitar lima jam perjalanan laut.
Tiba di Salakan (Ibukota Bangkep), Anda bisa langsung ke Danau Tendetung di Desa Peley dengan menyewa mobil rental ataupun sepeda kotor. Waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam dengan jarak sekitar 55 Km.
Tapi ingat, kalau ingin melihat Danau Pendetng, biasanya baru ada pada November sampai April. Jadi, karena itu Danau Pendetu disebut Danau Musiman.
Sementara itu, Danau Tendetung termasuk unik, karena pada bulan-bulan tertentu airnya akan kering akibat musim kemarau dan sewaktu-waktu akan penuh dengan air saat musim penghujan.
Musim kemarau atau kering biasanya terjadi pada Mei sampai November. Sementara, musim penghujan mulai November hingga April airnya begitu melimpah.
Saat musim kemarau, masyarakat sekitar memafaatkan kawasan tersebut dengan berladang, berternak maupun menanam berbagai macam tumbuhan. Mereka biasanya menanam kacang-kacangan dan bahkan ada yang menggembalakan sapinya karena danau tersebut juga ditumbuhi rumput dan pepohonan.
Yang unik lagi, saat musim penghujan tiba, danau yang memiliki luas hingga 70 hektar ini digenangi air setinggi enam sampai tujuh meter dan hidup berbagai ikan di dalamnya.