Jumat, 28 Februari 2020

Renungan

*RENUNGAN PAGI* ๐ŸŒ…
*EDISI AYAH*

*Ibrahim* _'alaihissalam_ sang ayah teladan...

Bukti keteladan beliau :
Memilih *lingkungan yang tepat* bagi si buah hati...

Kok bisa?
Bukankah Ibrahim meninggalkan Ismail di tempat yang gersang? tidak ada air dan tumbuh-tumbuhan?

Jangan bermimpi di tempat itu ada minimarket, penjual pulsa, warung kopi, lapangan futsal, eh...kagak man...

Kalau begitu, dari sisi apa penilaian teladannya?

_Benar tempat itu gersang, tak ada air dan tumbuh-tumbuhan..._
(QS. Ibrahim : 37).

Tapi...
Kampung itu namanya *Mekkah*, dekat dengan rumah Allah, yakni *Ka'bah*, negeri yang dijanjikan berkah.

Ayah itu harus punya *visi jauh* ke depan...
Apa visinya?
_Dan orang-oranng yang *beriman*, dan yang *anak cucu* mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya_
(QS. Ath-Thur:21)
_(yaitu) *surga 'Adn* yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari *bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya*, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu_
(QS. Ar-Ra'du : 23).

Bukan sekedar pilih tempat tinggal, termasuk buat ayah sekarang. Memilih *rumah*, bahkan *sekolah* akan menjadi lebih mudah kalau jelas visinya apa?
Salah visi maka akan salah mengambil keputusan dan anak menjadi korban.

*Ayah...*
Peranmu begitu besar untuk menentukan arah anak-anakmu.

Disamping memilih tempat, maka ayah juga harus memperhatikan *kedekatannya* dengan anak, terkhusus *anak laki-laki...*

Ayah yang *cuek* dan hanya bisa ngasih *uang* tanpa mau memiliki peran dalam  mengasuh anak dan kedekatan, seakan-akan sedang "beternak" *bencong* di rumah sendiri. Tidak sedikit anak laki-laki gagal menjadi lelaki hari ini karena kehilangan sosok ayah di rumah!

Lelaki sixpack tapi ngondek...
Tulang kawat, gayanya akhwat...
Kalau ada masalah suka baperan, curhat jalanan...

Kenapa bisa demikian?
Jawabnya karena tidak ada peran dari sang Ayah.

Yuk para ayah...
Menjadi sosok yang ideal dan kebanggaan anak-anak kita.

Sesibuk apapun di luar rumah, maka ingatlah bahwa kita sedang mempersiapkan pengganti sosok ayah...

_Semoga Allah menjadikan diriku dan dirimu menjadi ayah ideal dan teladan, amin..._

✍ _Ibnu Selian_

♻Silahkan share dan raihlah amal jariyah.Semoga memberikan manfaat.
_Jazakumullahu khairan_
๐Ÿ•‹๐Ÿ•‹๐Ÿ•‹๐Ÿ•‹๐Ÿ•‹๐Ÿ•‹๐Ÿ•‹๐Ÿ•‹๐Ÿ•‹๐Ÿ•‹

Minggu, 16 Februari 2020

Allah Menjawab Al Fatihah di Shalat Kita ~ Ini JawabanNya | Ustadz Adi H...

VIRAL!!! Lucunya Aa Gym Kebingungan menjawab Pertanyaan dari UAS Part 1

kebenaran Al-Quran

Bismillah...
Ayat hari ini, Senin 17 Pebruari 2020
23 Jumadil Akhir 1441 H
*_Al-Quran menerangkan segala sesuatu_*
๏บƒ๏ป‹๏ปฎ๏บซ ๏บ‘๏บŽ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ปฃ๏ปฆ ๏บ๏ปŸ๏บธ๏ปด๏ป„๏บŽ๏ปฅ ๏บ๏ปŸ๏บฎ๏บŸ๏ปด๏ปข 

ูˆَู…َุง ูƒَุง ู†َ ู‡ٰุฐَุง ุงู„ْู‚ُุฑْุงٰ ู†ُ ุงَู†ْ ูŠُّูْุชَู€ุฑٰู‰ ู…ِู†ْ ุฏُูˆْู†ِ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ูˆَู„ٰู€ูƒِู†ْ ุชَุตْุฏِูŠْู‚َ ุงู„َّุฐِูŠْ ุจَูŠْู†َ ูŠَุฏَูŠْู‡ِ ูˆَุชَูْุตِูŠْู„َ ุงู„ْูƒِุชٰุจِ ู„َุง ุฑَูŠْุจَ ูِูŠْู‡ِ ู…ِู†ْ ุฑَّุจِّ ุงู„ْุนٰู„َู…ِูŠْู†َ ۗ 
"Dan tidak mungkin Al-Qur'an ini dibuat-buat oleh selain Allah; tetapi *(Al-Qur'an) membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya. Tidak ada keraguan di dalamnya*, (diturunkan) dari Tuhan seluruh alam."

ุงَู…ْ ูŠَู‚ُูˆْู„ُูˆْู†َ ุงูْุชَู€ุฑٰูฎู‡ُ ۗ ู‚ُู„ْ ูَุฃْุชُูˆْุง ุจِุณُูˆْุฑَุฉٍ ู…ِّุซْู„ِู‡ٖ ูˆَุง ุฏْุนُูˆْุง ู…َู†ِ ุงุณْุชَุทَุนْุชُู…ْ ู…ِّู†ْ ุฏُูˆْู†ِ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ุงِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุตٰุฏِู‚ِูŠْู†َ
"Apakah pantas mereka mengatakan dia (Muhammad) yang telah membuat-buatnya? Katakanlah, Buatlah sebuah surat yang semisal dengan surat (Al-Qur'an), dan ajaklah siapa saja di antara kamu orang yang mampu (membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar."
(QS. Yunus 10: Ayat 37-38)

Kamis, 13 Februari 2020

dosa riba sulit dihilangkan bahkan sulit ditinggalkan

KENAPA PRAKTEK RIBA SULIT DIMUSNAHKAN DARI NEGRI INI ???

Oleh Siswo Kusyudhanto

Kalau kita baca laporan Bank Indonesia selaku otoritas keuangan di Indonesia mengenai pertumbuhan kredit di negri ini bikin kita yang tau bahaya riba jadi ikut miris dan ngeri terhadap akibatnya.

Yang paling terasa secara langsung terhadap masyarakat adalah inflasi akibat perbuatan riba, nilai uang terjadi penurunan, dan ini sumber kesengsaraan secara menyeluruh, ikut atau tidak ikut berbuat riba pasti ikut merasakan akibatnya selama kita menggunakan uang rupiah yang sama.

Misal saja menurut Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit pada Februari 2019 sebesar Rp5.254,7 triliun atau tumbuh 12,0% (yoy) sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 11,9% (yoy). (sumber okezone.co).

Lihat jumlah kredit di Indonesia sunguh bikin prihatin, mengingat mayoritas penduduk negri ini adalah seorang Muslim, dan secara syariat seorang Muslim dilarang berbuat riba, justru malah..., subhanaAllah

Jadi ingat perkataan Ustadz Erwandi Tarmidzi, kenapa riba sangat sulit diperangi di Indonesia, penyebab utamanya konsumsi riba itu sangat besar, tersebar ke banyak kegiatan riba seperti kartu kredit, kredit perabot rumah tangga, kredit motor, kredit mobil sampai kredit rumah sangat banyak jumlahnya. Andai saja umat Muslim di Indonesia tau tentang bahaya riba dikarenakan ilmu muamalah Syariah sampai kepada mereka kemudian mereka menjauhi perbuatan riba maka dengan sendirinya lembaga2 leasing akan tutup, bank-bank penyalur kredit ribawi akan gulung tikar, dan lembaga ribawi lainnya akan tutup.

Disini pentingnya secara terus menerus mendakwahkan bahaya riba dan mendorong umat kepada cara muamalah(transaksi) Syariah, agar negri ini jauh dari azab Allah Ta’ala,waalahua'lam."

Allah ta’ala berfirman:

ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَุฃْูƒُู„ُูˆู†َ ุงู„ุฑِّุจَุง ู„ุง ูŠَู‚ُูˆู…ُูˆู†َ ุฅِู„ุง ูƒَู…َุง ูŠَู‚ُูˆู…ُ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠَุชَุฎَุจَّุทُู‡ُ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ُ ู…ِู†َ ุงู„ْู…َุณِّ ุฐَู„ِูƒَ ุจِุฃَู†َّู‡ُู…ْ ู‚َุงู„ُูˆุง ุฅِู†َّู…َุง ุงู„ْุจَูŠْุนُ ู…ِุซْู„ُ ุงู„ุฑِّุจَุง ูˆَุฃَุญَู„َّ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ْุจَูŠْุนَ ูˆَุญَุฑَّู…َ ุงู„ุฑِّุจَุง ูَู…َู†ْ ุฌَุงุกَู‡ُ ู…َูˆْุนِุธَุฉٌ ู…ِู†ْ ุฑَุจِّู‡ِ ูَุงู†ْุชَู‡َู‰ ูَู„َู‡ُ ู…َุง ุณَู„َูَ ูˆَุฃَู…ْุฑُู‡ُ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู…َู†ْ ุนَุงุฏَ ูَุฃُูˆู„َุฆِูƒَ ุฃَุตْุญَุงุจُ ุงู„ู†َّุงุฑِ ู‡ُู…ْ ูِูŠู‡َุง ุฎَุงู„ِุฏُูˆู†َ

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 275)

-----------

dunia pendidikan kita

Kebaikan di Dunia adalah dengan Mempelajari Ilmu Agama dan Mengamalkannya

#GuruMuslimahInspiratif -- Manusia secara umum tentu sangat menginginkan kebaikan dalam hidupnya. Tidaklah mungkin seseorang menginginkan keburukan menimpa kehidupannya. Setiap orang tentu mengharapkan kebaikan untuk hidupnya di dunia, lebih-lebih di akhirat kelak. Kita pun senantiasa berdoa siang dan malam demi kebaikan hidup ini,

ุฑَุจَّู†َุง ุขุชِู†َุง ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุญَุณَู†َุฉً ูˆَูِูŠ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณَู†َุฉً ูˆَู‚ِู†َุง ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู†َّุงุฑِ

”Wahai Rabb kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka.”

Namun, tidakkah kita tahu, bahwa kebaikan dunia itu ada di dalam ilmu syar’i? Ketika menafsirkan firman Allah Ta’ala,

ุฑَุจَّู†َุง ุขุชِู†َุง ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุญَุณَู†َุฉً

”Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia.” (QS. Al-Baqarah [2]: 201)

Al-Hasan rahimahullah berkata, ”yaitu ilmu dan ibadah”.

Dan ketika menafsirkan firman Allah Ta’ala,

ูˆَูِูŠ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉِ ุญَุณَู†َุฉً

”Dan kebaikan di akhirat.” (QS. Al-Baqarah [2]: 201)

Beliau rahimahullah berkata, ”yaitu surga”.

Inilah tafsir yang paling baik, karena kebaikan yang paling tinggi adalah ilmu (syar’i) yang bermanfaat dan amal yang shalih. (Al-‘Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 141)

Dan perlu diketahui, jika kita menuntut ilmu agama, maka itu adalah tanda bahwa Allah Ta’ala menghendaki kebaikan untuk diri kita. Baik kebaikan di dunia ini maupun kebaikan di akhirat kelak. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ู…َู†ْ ูŠُุฑِุฏْ ุงู„ู„َّู‡ ุจِู‡ِ ุฎَูŠْุฑًุง ูŠُูَู‚ِّู‡ู‡ُ ูِูŠ ุงู„ุฏِّูŠู†

“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agamanya.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 2436)

Itulah puncak kebaikan yang seharusnya menjadi dambaan setiap orang. Oleh karena itu, berjalanlah menuntut ilmu agama, sehingga kita dapat mendapatkan kebaikan itu.

Sumber : Channel Ilmu yang Bermanfaat

==============================
Raih Amal Sholih dengan Ikut Serta Menyebarkan Status ini.
==============================
Facebook : https://www.facebook.com/GuruMuslimahInspiratif/
Telegram : t.me/GuruMuslimahInspiratif

Tug as dakwah

๐ŸŒน๐ŸŒนPengemban Dakwah itu.......๐ŸŒน๐ŸŒน

By Irma Ismail

Pengemban dakwah itu manusia biasa. Juga punya hati, perasaan, rasa kesal, kecewa, senang, sedih, bahagia, takut, marah, lelah dan letih.

Pengemban dakwah itu memberi dengan hatinya dengan segenap jiwanya, akan perubahan ummat menuju ke arah yang lebih baik.

Bukan karena mereka lebih baik.....tidak. Tapi bersama-sama dan saling mengingatkan untuk menjdi lebih baik.

Pengemban dakwah itu juga terkadang lelah dan letih ketika berjalan kaki menyusuri jalan yang berkelok, bukan karena mereka sedang berdakwah lantas tidak capai ketika harus berjalan kaki yang terkadang cukup jauh. Atau letih menghadapi ummat yang masih saja membandel.

Hanya saja karena keyakinan bahwa Allah akan membalas setiap langkah anak manusia dalam kebaikan, maka lelah dan letih itu di nikmati sebagai bagian dari perjalanan, sabar dalam ketaatan kepada Allah.

Pengemban dakwah itu...juga punya masa lalu sebelum mereka mengenal Islam. Ada yang biasa saja, ada yang buruk bahkan luar biasa.

 Tapi masa lalu tidak akan menghalanginya untuk berdakwah, masa lalu adalah bagian dari sejarah hidupnya, cukup jadi pembelajaran bagi dirinya.

Pengemban dakwah itu juga punya masalah sendiri, masalah pribadi. Tapi tidak akan menjadikan masalahnya memayungi hidupnya.

 Tsaqofah Islamiyah tlah menjadikan pengemban dakwah untuk mencari solusi atas stiap permasalahannya dengan syariat Islam.

Senantiasa menjadikan dakwah sebagai poros hidupnya.

Pengemban dakwah itu jika yang dihina adalah dirinya, rupanya, fisiknya, hartanya, maka mereka tidak akan marah.

 Tapi jangan coba menghina Robbnya, Allah Swt, RasulNya, Al-qur'an,  Islam dan para Ulama pewaris Nabi....maka akan didapati bahwa mereka akan bertaruh jiwa dan raga. Nyawapun akan dipertaruhkan.

Pengemban dakwah itu...haruslah ideologis dengan mengusung Islam mabda...menjadikan penegakan syariah melalui sistem khilafah yang slalu di suarakan.

Pengemban dakwah itu...aku, kau, dia dan mereka...smoga Allah senantiasa menjaga keikhlasan kita, tetap istiqomah, terus berlari, berjalan bahkan merangkak untuk menggapai keridhoan Allah...

Pengemban dakwah itu akan terus melangkah bersama hembusan nafasnya...

Smoga Khilafah yang kita nantikan akan segera terwujud...aamiin

Copas

#KamiBersamaUlama
#KhilafahAjaranIslam
#SaatNyaKhilafahMemimpinDunia